Hal-hal yang Dilarang dalam Ibadah Haji dan Umrah

Terdapat enam hal yang dilarang saat melaksanakan ibadah haji dan umrah yaitu:

  1. Memakai kemeja, celana, muzah (sepatu kulit) dan serban. Seyogianya memakai kain sarung, selendang dan dua sandal. Kalau tidak menemukan sandal, boleh memakai kasut. Kalau tidak menemukan kain sarung, boleh memakai celana. Tidak masalah memakai minthaqah (semacam ikat pinggang) dan bernaung pada kendaraan. Tidak diperkenankan menutup kepalanya karena ihram laki-laki berada di kepala. Bagi perempuan, boleh memakai pakaian berjahit tanpa menutupi wajahnya dengan sesutau yang bersentuhan langsung dengannya karena ihram perempuan terletak di wajahnya. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, “Janganlah perempuan memakai niqab (cadar) dan jangan memakai kaos tangan.” (HR. Bukhari)
  2. Memakai wewangian. Ditekankan untuk menghindari segala sesuatu yang berbau wangi. Jika seseorang memakai minyak wangi atau mengenakan pakaian yang dilarang tadi, maka wajib baginya membayar dam dengan menyembelih seekor kambing.
  3. Mencukur rambut dan memotong kuku. Bila dilakukan harus membayar fidyah berupa dam dengan menyembelih seekor kambing. Tidak masalah memakai celak selama tidak mengandung unsur wewangian atau bermaksud menghias diri, masuk ke pemandian umum, mengeluarkan darah, berbekam dan menyisir rambut.
  4. Perbuatan ini merusak haji jika dilakukan sebelum tahalul pertama dan dam yang harus dibayar dalam hal ini adalah seekor unta betina, sapi atau tujuh ekor kambing. Namun jika dilakukan setelah tahalul pertama, diwajibkan menyembelih seekor unta betina, dengan itu maka hajinya tidak rusak.
  5. Melakukan hal-hal yang merangsang untuk berhubungan badan dengan wanita seperti ciuman dan bersentuhan yang membatalkan wudhu. Hal ini dilarang dan apabila dilakukan, maka harus membayar dam seekor kambing. Begitu juga halnya dengan tindakan masturbasi. Dilarang juga menikah dan menikahkan, dan tidak sah menikahi perempuan ihram. Namun tidak ada kewajiban membayar dam karena secara otomatis akad pernikahan itu tidak sah.
  6. Membunuh binatang buruan darat berdasarkan QS. Al-Maidah ayat 96. Maksudnya adalah hewan yang bisa dimakan atau hewan yang lahir dari perkawinan silang antara binatang halal dan binatang haram. Pengharaman ini tidak hanya berlaku karena sedang ihram, tapi karena itu dilakukannya di Tanah Haram. Apabila melakukan larangan, maka wajib menggantinya dengan binatang ternak yang serupa dengan memperhatikan ukuran bentuknya. Adapun berburu binatang laut dihalalkan dan tidak ada tanggungan membayar dam.

 

 

 

By : Kabilah Tour Mudah, Aman & Berkah

Sumber: Buku Rahasia Haji dan Umrah Imam Al-Ghazali

40total visits,1visits today

kabilah

KABILAH TOUR adalah Perusahaan yang telah memiliki legalitas PT (Perseroan Terbatas ) yang bergerak di bidang jasa Biro Perjalanan Wisata.Melayani promo paket umroh yang Mudah, Aman Dan Berkah hub: 022-5233562 / 081290007941, Jalan Leuwipanjang No.32B Kota Bandung 40234 kunjungi:http://www.kabilahtour.co.id