Ada Sumur Di Dalam Masjid Nabawi yang Menjadi Simbol Ketaatan yang Utama

Dahulu, di depan Masjid Nabawi terdapat kebun kurma yang sangat indah milik Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu. Untuk wilayah sahara, kebun yang rindang seakan menjadi Oase. Berada di dalamnya tentu menyejukkan. Tidak hanya kebunnya yang terawat dan berbuah lebat, namun di perkebunan Bairuha’ ini juga terdapat sumur bernama Sumur Ha’.

Menurut Anas bin Malik radhiallahu anhum, Abu Tolhah radhiallahu anhu adalah orang Anshor yang paling banyak memiliki pohon kurma di Madinah. Di antara harta yang paling ia sukai adalah perkebunan Bairuha. (Al Jashos, Ahkam AlQur’an: 2/301). Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam sering masuk ke dalamnya untuk meminum air segar di dalamnya, berwudhu, dan juga mandi.

Sampai kemudian turunlah ayat 92 dari Surat Ali Imran ini:

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيم

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan, sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali Imran: 92)

Ketika ayat tersebut turun,Abu Tolhah segera datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam seraya berkata: “Sungguh harta yang aku cintai adalah perkebunan Bairuha’ ini, dan saya sedekahkan untuk Allah. Saya mengharapkan kebaikannya di sisi Allah, maka silahkan wahai Rasulallah engkau letakkan pada tempat yang engkau pandang sesuai.”

Jawab Rasulullah shallallahu’alaihi wasalam: “Bakhin-bakhin (bagus-bagus)…inilah harta yang membawa keuntungan!Inilah harta yang membawa keuntungan!Dan saya telah mendengarnya, sebaiknya engkau berikan kepada saudara-saudaramu.”

Kata “bakhin-bakhin” atau bakhi-bakhi atau bakh-bakh, biasanya diucapkan orang-orang Arab ketika kagum dan memuji suatu perbuatan (Imam An Nawawi, Syarah Shohih Muslim: 4/95).

Maka berkata Abu Tolhah: “Akan saya laksanakan, wahai Rasulullah.” Kemudian Abu Tolhah membagikan taman tersebut kepada sanak saudaranya (HR Bukahri, Bab Zakat Terhadap Sanak Saudara, No;1461; HR Muslim, Bab Zakat, No:42).

Pada ayat 92 surat Ali Imran itu secara jelas Allah menyebutkan tentang sikap sosial, yaitu berupa bersedekah pada orang lain dan barang yang disedekahkan adalah barang yang disenangi. Dalam Tafsir Al-Mishbah disebutkan bahwa tak mengapa yang disedekahkan bukan harta yang paling dicintai, cukup harta yang kita sukai. Karena Allah subhanahu wa ta’ala amat tahu sifat kemanusiaan kita yang sulit memberikan sesuatu yang paling disukai.

Seorang mufassir terkemuka, Fakhruddin Al-Razy, dalam mengomentari ayat di atas berkata, “Ini menunjukkan bahwa manusia mensedekahkan apa yang dicintai atau disenangi, maka hal itu adalah paling utamanya ketaatan.”

Semoga kita bisa meneladani kesungguhan sahabat Rasulullah ﷺ yang satu ini. Bersungguh-sungguh menyegerakan kebaikan, menyedekahkan harta yang disukainya, untuk kenyamanan orang banyak.

kabilah tourAdapun sumurnya, Sumur Ha’, sebuah tempat diberkahi sebab menjadi salah satu sumur tempat manusia termulia, Rasulullah ﷺ, berwudhu, mandi, dan mengambil airnya untuk minum. Hari ini jama’ah yang masuk ke Masjid Nabawi masih dapat menjumpai bekas Sumur Ha’. Posisinya berada di depan King Fahd Gate, Nomor pintu 22.

 

 

By : Kabilah Tour Mudah, Aman & Berkah

1424total visits,4visits today

kabilah

KABILAH TOUR adalah Perusahaan yang telah memiliki legalitas PT (Perseroan Terbatas ) yang bergerak di bidang jasa Biro Perjalanan Wisata.Melayani promo paket umroh yang Mudah, Aman Dan Berkah hub: 022-5233562 / 081290007941, Jalan Leuwipanjang No.32B Kota Bandung 40234 kunjungi:http://www.kabilahtour.co.id