Anggap Perjalanan Umrahmu Adalah Yang Pertama dan Terakhir

Sebelum Fulan berangkat menunaikan ibadah umrah, seseorang menasehatinya begini, “Anggap ini perjalanan pertama dan terakhirmu.” Ia berkata sungguh-sungguh. Sebulan sebelumnya dia baru saja pulang Umrah. Saat di Makkah, Ayahnya yang ia papah usai melaksanakan umrah mendadak merasa tidak enak badan. Ternyata itulah “penjemputan” yang indah. Dia menyaksikan sendiri bagaimana sang ayah meninggal di pangkuannya, di depan Ka’bah.

Masya Allah.. Maka wajar ia berkata sungguh-sungguh kepada Fulan yang hendak pergi ibadah umrah, “Anggap ini perjalanan pertama dan terakhirmu.”

〉〉〉〉  Anggap Ini Perjalanan Pertamamu
Bagaimana perasaan kita ketika melakukan suatu hal yang BARU? Hati akan terasa sangat excited, menyiapkan segalanya dengan serius dan matang, lalu sibuk membenahi niat.

〉〉〉〉 Anggap Ini Perjalanan Pertamamu, dan TERAKHIR
Bagaimana perasaan kita ketika melakukan suatu perjalanan yang luar biasa, kesempatan yang langka, dan itu menjadi yang TERAKHIR bagi kita?

Maka kita tak akan rela menyiakan satu waktu berlalu sia-sia. Pasti kita pun akan berusaha mengisi waktu dengan upaya terbaik. Melecut diri untuk terus menyempurnakan usaha dari yang dibisa.

 “Anggap ini perjalanan pertama dan terakhirmu.”

Kehidupan ini tunggal. Segala sesuatunya menjadi baru bagi kita. Walau mengulang hal yang sama, namun di waktu dan kondisi yang berbeda. Excited-lah di tiap saat. Dan SEMPURNAKAN usaha yang terbaik yang kita bisa. Anggap inilah perjalanan terakhir. Kita takkan bisa mundur mengulang waktu yang telah berlalu. Di masa yang akan datang pun belum tentu kita masih miliki kesempatan.

Maka untuk ibadah umrah dan haji, persiapkan pengetahuan yang mendukung kekhusyuan kita beribadah di dua tanah suci. Seperti mempelajari sejarah setiap tempat yang akan diziarahi, setiap rukun yang akan dilaksanakan, dan keapikan melaksanakan tahap demi tahapnya. Perbanyak istighfar, membersihkan hati dari segala keinginan kecuali hendak beribadah kepada Allah.

Ustadz Hilman Miftahurojak, salah seorang pembimbing umrah Kabilah Tour, menegaskan, “Sebagaimana seorang yang mati, pergi ke tanah suci pun memenuhi panggilan-Nya. Jadi perlu dipersiapkan dengan persiapan yang sungguh-sungguh. Seperti memperbanyak ibadah dari jauh-jauh hari, dan menitipkan wasiat kepada keluarga. Sehingga hati juga jadi terkondisikan untuk perjalanan ibadah terbaik.”

Fulan yang tak berapa lama lagi akan pergi ibadah umrah itu pun kembali meraba niatnya. Dan bergumam, “Bismillah. Anggap ini perjalanan pertama dan terakhir!”

 

 

By : kabilah Tour Mudah, Aman & Berkah

 

205total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published.