Asal-usul Kalimat Talbiyah

Talbiyah adalah lafaz khas bagi umat Islam yang bermaksud mengunjungi Baitullah dalam rangkaian ibadah haji atau umrah.

Bagaimana asal-usul kalimat talbiyah ini?

Diriwayatkan dari Abi Ath-Thufail, beliau berkata : Ibnu Abbas berkata pada saya : “Apa kamu tahu apa asal dari talbiyyah?” Saya jawab : “Tidak.” Ibnu Abbas berkata, “Ketika Nabi Ibrahim – alaihissalam – diperintah Allah untuk menyeru manusia berhaji, maka gunung-gunung merendahkan puncaknya, dan meninggikan desa-desa untuk Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam. Kemudian Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam memanggil manusia untuk haji, maka setiap sesuatu menjawab : “Labbaikallohumma labbaik. Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu.”

Dalam Buku Cerdas Haji dan Umrah, Dr. M. Syafi’i Antonio menegaskan bahwa kalimat talbiyah juga berkaitandengan sejarah kondisi Ka’bah sebelum Islam. Di masa jahiliyah dan masa awal datangnya Islam, Rumah Allah subhanahu wa ta’ala ini telah lama dijadikan sebagai tempat yang justru menjadi pusat kemusyrikan. Sedikitnya mencapai 360 patung dan gambar-gambar dewa memenuhi Ka’bah ketika itu. Orang-orang dari berbagai negeri secara rutin menggelar ritual atau tradisi kemusyrikan di sana.

Ketika pembebasan Makkah (peristiwa Fathu Makkah) Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Makkah, kemudian menguasai Makkah secara keseluruhan tanpa adanya pertumpahan darah. Ka’bah pun dibersihkan dari semua atribut dan praktik paganisme (kemusyrikan). Sejak saat itu, terlarang bagi pengunjung Ka’bah mengerjakan sesuatu yang mengindikasikan penyekutuan terhadap Allah swt. Begitu pula dengan umat Islam dari penjuru dunia yang mengunjungi Baitullah, baik dalam melaksanakan ibadah umrah maupun haji. Mereka dilarang keras berbuat atau berperilaku yang menyalahi makna talbiyah yang mereka ucapkan.

Labbaik, Allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal-hamda wan-ni`mata laka wal-mulk, la syarika lak.

“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah,

tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan hanyalah kepunyaan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.”

Jika melihat latar sejarahnya, Dr. M. Syafi’i Antonio memaparkan bahwa pada kalimat talbiyah ini ada beberapa keutamaan. Di antaranya adalah ungkapan memenuhi undangan-Nya, bertauhid dan mengagungkan Allah, serta membebaskan diri dari segala bentuk kemusyrikan.

 

 

By : Kabilah Tour Mudah, Aman & Berkah

165total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published.