Bukit Shofa, Saksi Keteguhan Nabi Muhammad ﷺ

Di sebuah siang, Rasulullah ﷺ berdiri di Bukit Shafâ. Bukit ini biasa digunakan penduduk Makkah jika hendak mengumumkan hal-hal yang penting.

Tiga tahun berlalu, dakwah masih dilakukan secara sembunyi melalui pendekatan individu. Meskipun demikian, kaum Quraisy telah mulai mengetahui dan mendengar tentang Islam. Mereka sering menyebut Islam dalam perbincangan sehari-hari. Banyak di antara mereka yang tidak suka. Namun, mereka tidak bertindak apa pun, karena Rasulullah ﷺ belum menyinggung tentang tuhan dan agama yang kaum Quraisy sembah.

Turunlah wahyu yang memerintahkan Rasulullah ﷺ untuk berdakwah secara terang-terangan dan menghadapi kebatilan dengan kebaikan.

Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu). (QS. al-Hijr: 94)

Dan berilah peringatan kepada keluarg kamu yang terdekat. (QS. Asy-Syu’ara’: 214)

Siang itu, angin gurun pasir berembus menerbangkan debu. Sebuah teriakan keras dilontarkan Rasulullah ﷺ di bukit Shofa.

“Yâ. . .Shâbah!”

Suara Rasulullah ﷺ memecah keheningan. Nabi Akhir Zaman itu lalu menyebut nama-nama suku Quraisy satu per satu.

“Wahai Bani Fihr, wahai Bani ‘Adi, Wahai Bani ‘Abdu Manâf, wahai Bani ‘Abdul Muthallib!”

Panggilan itu terdengar hingga pelosok Makkah. Shabah adalah kalimat peringatan yang mengabarkan adanya serangan musuh atau peristiwa besar. Mendengar panggilan itu, penduduk Makkah bertanya-tanya.

“Siapa yang memanggil-manggil itu?”

Sebagian mereka menjawab bahwa yang memanggil adalah Muhammad ﷺ. Mereka pun berbondong-bondong datang ke Bukit Shafâ, termasuk Abu Lahab. Karena menduga akan ada pengumuman penting, seluruh penduduk Makkah pergi ke Bukit Shafâ. Bahkan, mereka yang berhalangan hadir mengirimkan utusan untuk melihat apa yang terjadi.

Dalam waktu singkat, orang-orang berkumpul. Rasulullah ﷺ kemudian membuka percakapan dengan sebuah pertanyaan, “Bagaimanakah menurut pendapat kalian, kalau aku memberi tahu kalian bahwa ada segerombolan pasukan berkuda di lembah sana, yang ingin menyerang kalian, apakah kalian akan memercayaiku?” tanya Nabi ﷺ dengan lantang.

“Ya! Kami tidak pernah tahu dan dirimu selain kejujuran,” mereka menjawab serempak.

“Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan kepada kalian tentang adanya azab yang amat pedih. Aku laksana seorang pemantau musuh yang melihat musuh dari tempat yang tinggi, lalu memberitahukan kepada semua orang agar mereka tidak diserang secara tiba-tiba,” lanjut Nabi . Rasulullah mengajak mereka pada kebenaran, dan memberi peringatan tentang azab Allah.

“Wahai kaum Quraisy…! Wahai orang-orang Bani Qushai. Wahai orang-orang Bani ‘Abdu Manâf. Wahai Bani ‘Abdu Syams. Belilah diri kalian dari Allah! Selamatkan diri kalian dari api neraka! Sesungguhnya aku tidak dapat memberikan mudharat dan manfaat.”

Setelah peringatan itu, orang-orang pergi berpencar. Mereka tidak memberikan reaksi apa pun, kecuali Abu Lahab yang menghadang Rasulullah ﷺ dengan kata-kata kasar.

“Celakalah kau sepanjang hari ini! Apakah hanya untuk ini engkau mengumpulkan kami? Demi berhala Latta dan Uzza. Itu adalah dongeng dusta! Kalian tangkap saja Muhammad sebelum bangsa Arab bersatu untuk memerangi kalian! Jika bangsa Arab dan suku Quraisy lainnya melawan Muhammad, dia bisa apa? Apa kekuatan Muhammad? Apa daya Muhammad melawan musuh-musuhnya?” kata Abu Lahab mencerca.

Di sanalah bibi dan pamannya Baginda Nabi Muhammad ﷺ, Shafiyyah binti Abdil Muthollib dan Abu Thalib berdiri membela kemenakannya. Bahkan Abu Thâlib memberikan jaminan kepada kemenakannya itu.

Rasulullah ﷺ tidak menjawab perkataan kasar Abu Lahab karena Allah yang langsung menjawabnya melalui firman-Nya:

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sungguh dia akan binasa. (QS. al-Lahab: 1)

Peristiwa Bukit Shafâ segera menyebar ke seluruh penjuru Makkah. Kalimat sangat tegas dan Rasulullah ﷺ menjadi pembicaraan hangat. Makkah heboh. Allah lalu menurunkan ayat-Nya:

     Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan, segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. (QS. al Hijr [15]: 94)

Mulailah Rasulullah ﷺ berdakwah secara terbuka. Nabi ﷺ membacakan firman Allah kepada penduduk Makkah.

     Wahai kaumku! Sembahlah Allah. Kalian tidak memiliki Tuhan selain (daripada)-Nya. (QS. al-A’raf: 59)

Nabi ﷺ juga mulai memperlihatkan cara beribadahnya di hadapan semua orang. Rasulullah ﷺ mendirikan shalat di halaman Ka’bah pada siang hari secara terang-terangan. Dakwah yang Rasulullah ﷺ lakukan itu semakin mendapatkan sambutan, sehingga orang-orang mulai masuk agama Allah. Dan bukit Shofa menjadi saksi atas keteguhan Baginda Nabi Muhammad ﷺ dalam menyampaikan risalah islam.

By : Kabilah Tour Mudah, Aman & Berkah

630total visits,3visits today

kabilah

KABILAH TOUR adalah Perusahaan yang telah memiliki legalitas PT (Perseroan Terbatas ) yang bergerak di bidang jasa Biro Perjalanan Wisata.Melayani promo paket umroh yang Mudah, Aman Dan Berkah hub: 022-5233562 / 081290007941, Jalan Leuwipanjang No.32B Kota Bandung 40234 kunjungi:http://www.kabilahtour.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.