Di Rumah Inilah Wahyu Sering Turun Pada Nabi Muhammad SAW

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra, beliau berkata: Jibril telah mendatangi Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan berkata: “Ya Rosulalloh, inilah Khodijah telah datang dengan membawa wadah yang di dalamnya terdapat lauk, atau makanan, atau minuman. Jika dia telah datang kepadamu, maka sampaikanlah salam dari Tuhannya dan dari aku, dan berilah dia kabar gembira dengan rumah dari emas di dalam surga, yang tidak ada teriakan keras di dalamnya, tidak pula keletihan.”[Sohih bukhori: 3609: 3/1389]

Ialah Siti Khadijah radhiyallahu ‘anha seorang yang memiliki keistimewaan mendapatkan salam dari Allah subhanahu wa ta’ala, juga dari Jibril ‘alaihissalaam, dan dikabarkan baginya akan mendapati istana emas di surga.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam hidup berumah tangga bersama Siti Khadijah ra selama 28 tahun di rumahnya yang terletak di Zuqaq Al-Hajar.Di tempat ini putra-putrinya lahir, diantaranya Qasim, Abdullah, Ummu Kaltsum, Ruqayah, Zainab dan Fatimah. Di rumah itu pula Siti Khadijah wafat. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tetap tinggal di rumah ini sampai beliau mendapat perintah dari Allah untuk berhijrah ke Madinah.

Hasan Husen Assagaf, seorang alumnus King Abdul Aziz University Jeddah, memaparkan keutamaan rumah Siti Khadijah ini, serta bagaimana kondisi bekas rumah yang mulia tersebut dari masa ke masa.

Menurut Sayyid Dr. Muhammad bin Alwi Al-Maliki dari Al-Azraqi rumah ini merupakan tempat yang paling afdhol setelah Masjidil Haram, karena tidak sedikit wahyu turun di tempat ini. Setelah hijrah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ke Madinah, rumah Siti Khadijah diambil oleh Aqil bin Abi Thalib ra kemudian dijual kepada Muawiyah bin Abi Sufiyan yang pada saat itu menjabat sebagai Khalifah, lalu oleh Muawiyah dibangun Masjid.

Pada tahun 1373 H rumah Siti Khadijah dijadikan Sekolah Puteri Al-Quran oleh Syeikh Abbas Al-Qattan yang pada saat itu menjabat sebagai gubernur Makkah, sesuai dengan permintaannya kepada pemerintah setempat. Setelah disetuji oleh pemerintah, tempat itu menjadi wakaf yang tidak bisa diperjualbelikan, atau disewakan, tidak bisa berpindah tangan, ditukar atau dipinjamkan. Pada tahun 1401 H, tempat ini kemudian diambil-alih oleh pemerintah dan dibongkar untuk perluasan halaman Masjidil Haram. Pada saat pembongkaran tempat tersebut, ditemukan bekas bekas peninggalan Nabi saw, seperti Mihrab Nabi yang menghadap ke Ka’bah, bak wudhu Nabi, kamar Nabi, tempat lahir Siti Fatimah dll.

Kabilah Tour

Kabilah Tour

 

 

 

 

 

 

Demikian yang dipaparkan Hasan Husen Assagaf yang juga penulis Buku Kado Dari Kota Nabi. Kini baik pintu Bab An-Nabi di Masjidil Haram ataupun Kubbah Al-Wahy sudah tidak ada. Ada beberapa berita yang mengatakan rumah penuh keberkahan ini telah diratakan dan berubah jadi bangunan toilet yang megah di sekitar Masjidil Haram. Wallahu a’lam bisshowab.

 

 

By : Kabilah Tour Mudah, Aman Dan Berkah

168total visits,2visits today

kabilah

KABILAH TOUR adalah Perusahaan yang telah memiliki legalitas PT (Perseroan Terbatas ) yang bergerak di bidang jasa Biro Perjalanan Wisata.Melayani promo paket umroh yang Mudah, Aman Dan Berkah hub: 022-5233562 / 081290007941, Jalan Leuwipanjang No.32B Kota Bandung 40234 kunjungi:http://www.kabilahtour.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.