Fakta Masjid Bir Ali, Tempat Miqot Favorit Jama’ah Haji/Umrah Indonesia

Masjid Bir Ali merupakat salah satu tempat miqat, yaitu tempat dimana para jama’ah umrah/haji akan melakukan mandi sunnah, mengenakan pakaian ihram, melakukan salat sunah ihram, dan membaca niat umrah.

Masjid Bir Ali menjadi tempat miqot favorit bagi jama’ah Indonesia. Apa pasalnya? Berikut ini fakta-fakta mengenai Masjid Bir Ali :

  1. Masjid Bir Ali memiliki banyak nama lain. Di antaranya adalah:
    • Masjid Dzulhulaifah. Dzulhulaifah diambil dari nama distrik tempat masjid tersebut berada.
    • Masjid Asy-Syajarah, atau masjid pohon.Sebabnya di tempat ini Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sering berteduh di bawah sebuah pohon besar (sejenis akasia).
    • Masjid Al-Miqat, sebab menjadi salah satu tempat miqot bari penduduk Madinah atau peziarah yang datang dari arah Kota Madinah.
    • Abyar ‘Ali atau Abar ‘Ali. Bir berarti sumur, abyar adalah jamak dari bir yang berarti sumur-sumur. Diriwayatkan di tempat ini dibangun banyak sumur. Adapun yang membangunnya ada yang menisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib, ada juga yang mengatakan Ali di sini dinisbatkan kepada Alibin Dinar yaitu salah seorang raja Sudan yang membangun sumur-sumur di sana pada tahun 1800-
  2. Menjadi tempat miqat sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam.
    • Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam selalu singgah dan mengambil miqat di masjid ini.Dari Abdullah bin Umar radliallahu ‘anhuma, bahwa ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memulai hajinya dengan bermalam di Dzulhulaifah dan melaksanakan shalat di masjidnya.” [HR. Muslim No.2039].
    • Ditetapkan sebagai miqat bagi penduduk Madinah“Dari Ibnu Abbas RA sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menetapkan miqat bagi penduduk Madinah di Dzulhulaifah, penduduk Syam di Juhfah, penduduk Nejd di Qarn, penduduk Yaman di Yalamlam, begitu juga termasuk orang-orang yang ingin berhaji dan umrah yang berasal dari tempat lain tetapi melewati daerah-daerah tersebut (maka miqatnya sama dengan daerah yang dilewati).”
  1. Jarak antara Masjid Bir Ali ke kota Mekkah masih cukup jauh namun para jamaah memilih meneladani yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meski butuh waktu cukup lama untuk sampai ke Makkah. Setidaknya butuh waktu 4-6 jam dengan menggunakan bus untuk tiba di Makkah sebab jarak Masjid Bir Ali dan Makkah adalah sekitar 450 kilometer.
  2. Masjid ini dibangun pada masa Umar bin Abdul Aziz memerintah Madinah (87-93 H) kemudian direnovasi pada masa Abbasiyah dan direnovasi lagi pada Daulah Utsmaniyah pada masa pemerintahan Sultan Mehmed IV (1058-1099 H). Saat itu masjid masih berukuran sangat kecil dan terbuat dari batu, serta belum ada jemaah haji dan umrah yang singgah di masjid ini. Kemudian Raja Fahd bin Abdul Aziz memerintahkan untuk merenovasi dan membangun perluasan masjid.
  3. Pemandangan di sekitar Masjid Bir Ali juga sangat mengagumkan. Lokasi masjid ini berada di dasar Lembah Aqiq yang rimbun menghijau. Latar belakangnya adalah sebuah bukit berbatu cadas sehingga tampak kontras dan sangat indah. Bangunan yang dijadikan tempat ibadah ini tampak berdiri kokoh dan berwibawa. Dari luar Masjid Bir Ali tampak seperti bangunan mirip benteng. Terlihat gagah menjulang degnan latar belakang batu cadas dan kontras dengan hiasan pepohonan menghijau. Konon sang arsitek Abdul Wahid El Wakil terinspirasi oleh kehidupan masyarakat sekitar yang bertekad keras dan disiplin dalam membangun dan menyusun rancangan Masjid Bir Ali yang gagah ini.
  4. Masjid dibangun dengan bentuk persegi dengan luas 6.000 meter persegi, yang terbagi menjadi bangunan utama masjid, dan di tengahnya terdapat taman dengan luas 1000 meter, lapangan parkir, dan paviliun. Masjid ini dapat menampung 5000 jemaah sh
  5. Disunnahkan bagi jamaah untuk mandi di tempat Di Masjid Bir Ali jamaah bisa leluasa mandi di tolilet-toilet bersih yang disediakan untuk para jamaah umroh. Masjid ini dilengkapi dengan 512 toilet dan 566 kamar mandi. Beberapa di antaranya dikhususkan untuk jemaah yang memiliki keterbatasan fisik.

 

 

 

By : Kabilah Tour Mudah, Aman & Berkah

 

110total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published.