Gua Tsur, Saksi Kuasa Allah Melindungi Sang Nabi (Bagian I)

Sekitar kurang dari dua tahun sejak dimulainya perintah hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam dan beberapa sahabat masih berada di Makkah. Di masa itu, para pembesar kafir Quraisy merundingkan upaya membunuh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Hingga suatu malam yang telah direncanakan para algojo dari tiap-tiap kabilah Quraisy mengepung rumah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam di segala penjuru. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah diberitahu Allah akan rencana jahat itu. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menemui Ali bin Abi Tahlib radhiyallahu ‘anhu menyuruhnya untuk tidur di tempat perbaringan dan memakai selimut yang biasa beliau gunakan. Dengan penuh keimanan bahwa diri Rasul akan selamat dan mendapat pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala. Beliau pun lolos kemudian pergi bersama Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu menuju Madinah.

Orang-orang musyrik Quraisy merasa kecewa dan menyesal luar biasa, setelah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam lolos dari kepungan mereka. Mereka tidak lagi berpikir terhadap Ali yang sedang tidur menggantikan Nabi. Pikiran mereka hanya tertumpu pada “Muhammad telah lolos dan harus dikejar sampai ketemu”. Dengan demikian Ali pun selamat dan besok harinya beliau melaksanakan apa yang dipesankan oleh Nabi.

Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam menyadari bahwa kafir Quraisy akan mencari mereka berdua. Sedangkan rute yang akan menjadi incaran orang-orang kafir itu adalah jalan utama Yatsrib (Madinah) yang menuju ke arah utara. Itulah sebabnya beliau menempuh arah yang berlawanan, yaitu jalan yang terletak di sebelah selatan Yatsrib, arah menuju Yaman. Jauhnya berlipat-lipat dari jalur biasa.

Beliau menempuh jalan ini sejauh lima mil sampai tiba di suatu gunung yang dikenal dengan Jabal Tsur. Bukit ini sulit dilalui dan banyak batunya sehingga kaki Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam mengalami luka-luka dan rasa nyeri. Walau demikian Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakar akhirnya berhasil mencapai puncak gunung dan mereka mendapati sebuah gua yang dikenal sebagi Gua Tsur.

Setibanya dalam gua, Allah subhanahu wa ta’ala mengutus laba-laba untuk membuat sarang di antara mulut gua dan pohon yang ada di depannya. Allah juga memerintahkan dua ekor burung untuk bersarang, bertelur dan mengeraminya di antara laba-laba dan pohon (Sirah Ibnu Katsir, II: 240-241).

Selama tiga hari tiga malam, keduanya bersembunyi di dalam gua tersebut. Sementara itu orang-orang musyrik Quraisy terus mencari Nabi, dengan menggunakan ahli-ahli jejak padang pasir, mereka begitu bersemangat mengingat besarnya hadiah yang dijanjikan bagi siapa saja yang dapat menangkap atau membunuh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam akan diganjar hadiah 100 ekor unta.

Sampai kemudian mereka berhasil mendekati Gua Tsur, tempat persembunyian Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu. Para algojo kafir Quraisy terus mencari kemana perginya Nabi Muhammad, di sana terlihat seorang penggembala, ditanyalah ia. “Mungkin saja mereka dalam gua itu, tapi saya tidak melihat ada orang yang menuju ke sana.” Jawabnya.

(Bersambung)

 

By : Kabilah Tour Mudah, Aman & Berkah

28total visits,1visits today

kabilah

KABILAH TOUR adalah Perusahaan yang telah memiliki legalitas PT (Perseroan Terbatas ) yang bergerak di bidang jasa Biro Perjalanan Wisata.Melayani promo paket umroh yang Mudah, Aman Dan Berkah hub: 022-5233562 / 081290007941, Jalan Leuwipanjang No.32B Kota Bandung 40234 kunjungi:http://www.kabilahtour.co.id