Ini Doa yang Dipanjatkan Saat Di Multazam

umrohAda satu tempat mustajab doa di antara hajar aswad dan pintu ka’bah. Ialah Multazam namanya. Multazam merupakan bagian dinding ka’bah di antara hajar aswad dan pintu ka’bah.

Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam yang terkenal selalu meniru apa yang dibuat junjungannya, ketika tiba di Baitullah beliau menyalami hajar aswad dan berdiri antara hajar aswad dan pintu ka’bah, lalu merapatkan dada, muka, kedua siku, dan kedua telapak tangan nya, ‘Seperti inilah aku melihat Rasulullah SAW melakukannya,’ kata Abdullah bin Umar. (Sunan Abu Daud dalam Bab Multazam, hadits nomor 1623, juz 5).

Mengacu pada hadits di atas, kita saksikan bahwa Multazam merupakan tempat spesial yang dijadikan oleh Allah SWT, dimana doa-doa yang disampaikan di tempat tersebut akan diijabah oleh Allah SWT.

Sebenarnya tidak ada riwayat tentang doa khusus di Multazam, tetapi Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, juz 1, halaman 195, menyebutkan doa yang sunah dibaca saat berada di Multazam.

اللهم لَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَكَ  وَيُكَافِئُ مَزِيْدَكَ  أَحْمَدُكَ بِجَمِيْعِ مَحَامِدِكَ مَا عَلِمْتُ مِنْهَا وَمَا لَم أَعْلَمْ وَعَلَى جَمِيْعَ نِعَمِكَ مَا عَلِمْتُ مِنْهَا وَمَا لَمْ أَعْلَمْ  وَعَلَى كُلِّ حَالٍ  اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ  اللهم أَعِذْنِي مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  وَأَعِذْنِيْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ  وَقَنَعْنِيْ بِمَا رَزَقْتَنِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْهِ  اللهم اجْعَلْنِيْ مِنْ أَكْرَمِ وَفْدِكَ عَلَيْكَ وَأَلْزِمْنِيْ سَبِيْلَ الْلإِسْتِقَامَةِ حَتَّى أَلْقَاكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Allâhumma lakal hamdu hamdan yuwâfî ni‘amaka wa yukâfi‘u mazîdaka. Ahmaduka bi jamî’i mahâmidika mâ ‘alimtu minhâ wa mâ lam a‘lam wa alâ jamî’i ni‘amika, mâ ‘alimtu minhâ wa mâ lam a’lam wa alâ kulli hâl. Allâhumma shalli ala Muhammadin wa ala âli Muhammadin. Allâhumma a‘idznâ minasy syaithânir rajîm wa a‘idzni min kulli sû` wa qann‘ni bi mâ razaqtanî wa bârik lî fîhi. Allâhummaj ‘alnî min akrami wafdika ‘alaika wa alzimnî sabîlal istiqâmati hattâ alqâka yâ Rabbal âlamîn.

Artinya, “Ya Allah, bagi-Mu pujian, (dengan) pujian yang meliputi seluruh anugerahmu. Aku bersyukur pada-Mu atas segala macam pemberian-Mu, baik yang kuketahui ataupun yang tidak kuketahui, dan atas segala nikmat-Mu, baik yang kuketahui ataupun yang tidak kuketahui, dan atas segalanya. Ya Allah, sholawat dan salam semoga tercurah limpahkan pada Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, lindungi aku dari setan yang terkutuk, lindungi pula aku dari segala kejelekan, cukupi aku dengan segala yang Kauberikan kepadaku, dan berkahi aku dalam rezeki tersebut. Ya Allah, jadikan aku sebagai tebusan yang terbaik terhadap-Mu, dan tetapkan aku pada jalan yang istiqamah hingga aku kelak bertemu dengan-Mu, wahai Tuhan semesta alam.”

Selain itu ada sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Nabi Adam ‘alaihi al-salam, bapak umat manusia ketika ingin tawaf di Baitullah ia bertawaf tujuh putaran, lalu beliau shalat dua raka’at menghadap pintu Ka’bah, lalu ke al-Multazam berdo’a:

اللهم إنك تعلم سريرتي وعلانيتي فاقبل معذرتي وتعلم ما في نفسي وما عندي فاغفرلي ذنوبي وتعلم حاجتي فاعطني سؤلي اللهم إني أسألك إيمانا يباشر قلبي ويقينا صادقا حتى أعلم أنه لن يصيبني إلا ما كتبت لي والرضا بما قضيت علي

Allahumma innaka ta’lamu sariiratii wa ‘alâniyati , faqbal ma’ziratÎ, wa ta’lamumâ fÎ nafsiy, wa mâ ‘indÎfagfir lÎ zunubÎ. Wa ta’lamuhâjati, fa’tinÎ su’lÎ. Allahumma innÎ as’aluka Îmânan yubâsyiru qalbÎ, wa yaqÎnan shâdiqan hatta a’lama annahu lan yushÎbunÎ illa ma katabta li warridhâ bi mâ qadhayta ‘alayya

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui rahasiaku dan apa yang ku tampakkan, maka terimalah alasanku. Engkau mengetahui apa yang ada dalam jiwaku dan apa yang ada padaku, maka ampunilah aku. Engkau mengetahui hajatku, maka berikan kepadaku apa yang aku minta. Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu keimanan yang melekat di hatiku dan keyakinan yang benar, sehingga aku mengetahui bahwa tiada yang menimpaku kecuali apa yang sudah Engkau pastikan untukku dan ridla dengan apa saja yang sudah Engkau tetapkan atas diriku.”

Diriwayatkan, bahwa setelah Nabi Adam berdoa dengan doa di atas maka Allah mewahyukan kepadanya, “Wahai Adam, sungguh engkau memintaku dengan beberapa permintaan dan aku mengabulkan untukmu. Tidak seorangpun anak keturunanmu berdoa (meminta) dengannya kecuali Aku lenyapkan kesedihan dan kepedihan hatinya, Aku tanggung kehilangannya, Aku cabut kefakiran dari hatinya, dan kujadikan kekayaan berada di depan kedua matanya jika ia tidak menolaknya.” (HR. Thabrani dalam Kitab Al-Ausath). Wallahu a’lam.

 

 

By : Kabilah Tour Mudah, Aman & Berkah

494total visits,9visits today

One thought on “Ini Doa yang Dipanjatkan Saat Di Multazam

Leave a Reply

Your email address will not be published.