Alasan Kenapa Nabi Muhammad Begitu Mencintai Kota Madinah

MadinahIn my dreams I make my way to Medina
The home and chosen place
Of our beloved Prophet
Where all I feel is peace
And so much joy around
No better place for me!

Medina, Medina
That’s where I want to be

Dua bait di atas adalah kutipan dari lirik lagu “Medina” yang dinyanyikan Maher Zain, dan menjadi trending song di salah satu aplikasi music di Indonesia. Kota Madinah selalu menempat iruangan khusus di hati kaum muslimin yang pernah menziarahinya. Mengapa? Inilah kota yang dicintai Manusia Cinta, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihiwasallam Al-Musthofa.

Untuk rasa cinta ini, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihiwasallam memohonnya dengan sangat khusus. Terlihat dari bagaimana beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa :

اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ “

Ya Allah, jadikanlah kami mencintai Madinah sebagaimana kecintaan kami terhadap Makkah, atau lebih cinta lagi.”

Bahkan beliau meminta lebih dari kecintaannya terhadap Makkah. Kota Makkah adalah tanah suci termulia,namun yang tercinta adalah Madinah Al Munawwarah. Hal ini juga kita jumpai dari doa sayyidina Umar bin Khatthab RA dalam riwayat Shahih Al Bukhari :

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي الشَّهَادَةَ فِي بَلَدِ نَبِيِّكَ ”
Wahai Allah berilah aku mati syahid di negeri Nabi-Mu.

Saking cintanya Sayyidina Umar pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihiwasallam, beliau pun mencintai apa yang dicintai oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihiwa sallam, dan memohon agar diwafatkan di tempat yang dicintai Nabi.

Mengapa Sayyidina Umar tidak meminta agar wafat di Madinah? Karena Sayyidina Umar ingin jasadnya berdampingan dengan jasad Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam demi cintanya kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dikutip dari majelis rasulullah.org sebagai berikut,

Allah subhanahuwata’ala menjadikan medan Madinah Al Munawwarah sebagai tempat berkumpul para sahabat dalam perjuangan dakwah Islam, yang disaat itu meluas di Madinah hingga kesegala penjuru. Sedangkan dakwah di Makkah tidak meluas, padahal Madinah tidak memiliki kelebihan dibandingkan Makkah yang termasuk kota para nabi dan rasul. Makkah adalah kota Nabi Ibrahim, Nabi Isma’il, dan lainnya. Sedangkan Madinah tidak mempunyai sejarah para nabi, namun Madinah adalah kota para pecinta sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Bagaimana tidak? Di saat penduduk Makkah membenci dan mengusir Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihiwasallam, wilayah-wilayah lainnya pun tidak mau menerima Nabi Muhammad dan para pengikutnya untuk datang kepada mereka, karena jika mereka datang maka pasukan quraisy akan menyerang mereka.Namun kota Madinah melakukan sebaliknya, Kota Madinah membuka pintu seluas-luasnya untuk sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihiwasallam dan para pengikutnya.

Itulah barang kali yang dimaksud Maher Zain di bait selanjutnya,

Everywhere I see blue skies
Set above these mountains
Bright colours fill the streets
A smile on every face
A special place for me!

Kota Madinah. Kota yang ramah, dan penuh cahaya, yang dicinta oleh Nabi Muhammad Al-Musthofa.

 

By : Kabilah Tour Mudah, Aman & Berkah

52total visits,1visits today

kabilah

KABILAH TOUR adalah Perusahaan yang telah memiliki legalitas PT (Perseroan Terbatas ) yang bergerak di bidang jasa Biro Perjalanan Wisata.Melayani promo paket umroh yang Mudah, Aman Dan Berkah hub: 022-5233562 / 081290007941, Jalan Leuwipanjang No.32B Kota Bandung 40234 kunjungi:http://www.kabilahtour.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.