Makna Ka’bah Rumah Allah

 

Sering kita mendengar nama lain dari Ka’bah adalah rumah Allah (baitullah). Sebenarnya apa makna rumah Allah itu? Ternyata Ka’bah juga memiliki nama-nama lain yang memuliakannya. Berikut ini kita kutip dari Buku Cerdas Haji dan Umrah.

Al-Bait (Rumah)

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Ali Imran: 96)

Imam At-Thabari (224-310 H) mengatakan, kata Al-Bait berarti rumah pertama yang dipakai untuk beribadah atau berhaji, tempat yang penuh keberkahan, dan penuh dengan petunjukdari Allah subhanahuwata’alabagisemestaalam.

Menurut Imam Al-Baghawi (516 H), Baitartinyarumah yang dimuliakan. Pernyataaninimerupakansanggahanterhadap orang-orang Yahudi yang mengatakan, bahwarumah yang paling muliaadalah Baitul Maqdis yang berada di Palestina, sebagai kiblat dan sebagai tempat para nabi.

Baitullah (Rumah Allah)

“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.  (QS. Al-Baqarah: 125)

Imam At-Thabari (224-310 H)mengatakan, al-Bait di sini maksudnya Ka’bah sebagai rumah tempa tkembali umat Islam di seluruh penjuru dunia. Setelah pulang dari beribadah haji dan atau umrah, mereka pun ingin kembali mendatangi Ka’bah.

Ka’bah merupakan tempat Majma atau berkumpulnya seluruh kaum muslimin. Di tempat ini pula limpahan pahala dari Allah ta’alabagi yang melaksanakan haji dan umrah.

Al-Bait Al-Haram (Rumah Suci)

“Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram, had-ya, qalaid. (Allah menjadikan yang) demikian itu agar kamu tahu, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Maidah: 97)

Ibnu Katsir (516 H) mengatakan Ka’bah diberi nama al-Bait al-Haram, karena Allah ta’ala mengagungkan dan mensucikan tempat ini serta mengharamkannya, sebagaimana dalam sabda Nabi Muhammad ﷺsetelah penaklukan Kota Makkah, “Sesungguhnya Allah mengharamkan kota Makkah ini selamanya sampai hari Kiamat.” (HR. Bukhari)

Diharamkan yang dimaksud; diharamkan berburu atau menganiaya hewan, mencabut/memotong/menebang pepohonan, dan diharamkanber perang. Tanah ini tanah suci dan aman dari marabahaya dan musuh.

Al-Bait Al-‘Atiq (Rumah Pusaka)

“Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).” (QS. Al-Hajj: 29)

Menurut IbnuKatsir (516 H), Ka’bah diberi nama Al-Bait Al-‘Atiq, karena Allah ta’ala menyelamatkan dari bencan abanjir Nabi Nuh ‘alaihissalam, kemudian Allah subhanahuwata’ala membebaskan umatnya dari adzab-Nya. Disebut al-‘atiq karena di tempat ini belum pernah terjadi pertumpahan darah atau peperangan dahsyat.

 

 

By : Kabilah Tour Mudah, Aman & Berkah

 

1158total visits,18visits today

kabilah

KABILAH TOUR adalah Perusahaan yang telah memiliki legalitas PT (Perseroan Terbatas ) yang bergerak di bidang jasa Biro Perjalanan Wisata.Melayani promo paket umroh yang Mudah, Aman Dan Berkah hub: 022-5233562 / 081290007941, Jalan Leuwipanjang No.32B Kota Bandung 40234 kunjungi:http://www.kabilahtour.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.