Mengatur Waktu Saat Umrah Ramadhan (Bagian Madinah)

Suasana Kota Makkah dan Madinah pada bulan Ramadhan banyak perbedaanya. Bahkan Bulan Ramadhan termasuk high session, dimana berjuta-juta umat muslim memenuhi dua kota suci ini untuk mengejar keutamaan waktu Ramadhan dan keutamaan beribadah di dua tempat yang penuh keberkahan ini.

Berikut ini sebagian dari tips pengaturan waktu yang direkomendasikan selama bulan Ramadhan di Makkah dan Madinah.

Di Kota Madinah

  1. Ketahui tempat-tempat mustajab doa dan bersejarah di sekitar Masjid Nabawi, lalu tetapkan aganda untuk mengunjunginya. Di antaranya adalah:
    1. Salah satu tempat mustajab doa di Masjid Nabawi adalah Taman Raudhah, yaitu wilayah antara rumahnya Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam (yang kini menjadi makamnya beliau) dan mimbar Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Usahakan dalam satu hari bisa satu kali shalat sunnah di taman raudhah ini. Memanjatkan doa dan memperbanyak shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. Jama’ah laki-laki dapat masuk ke Raudhah kapan saja. Adapun untuk jama’ah perempuan jadwalnya yaitu dari ba’da shalat subuh sampai menjelang shalat zhuhur, setelah shalat zhuhur sampai menjelang waktu shalat asar, dan setelah shalat tarawih sampai jam 1 dini hari. Di sepuluh hari terakhir, waktu masuk setelah shalat tarawih ditiadakan karena digunakan untuk shalat tahajud.
    2. Pemakaman Baqi’. Ini adalah tempat banyak dimakamkannya keluarga Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat, dan orang-orang shalih banyak dimakamkan di sini. Pemakaman ini pula yang didoakan oleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Assalamu’alaykum Dara Qaumin Mukminin, wa Inna Insyaallahu bikum Laa Hiquun, Allahumaghfir li ahli Baqi..” yang artinya, “Assalamu’alaikum tempatnya orang-orang beriman, dan sungguh bila Allah menghendaki kami akan menyusulmu. Ya Allah, berikanlah ampunan untuk para penduduk Baqi’.”Saat hendak pulang ke hotel, bisa menyengaja melewati pemakaman Baqi’ yang berada di seberang Masjid Nabawi, kita bisa berhenti sesaat untuk berdoa sebagaimana yang diajarkan Nabi di atas.
  2. Setiap kali memasuki Masjid Nabawi, barengi niat I’tikaf. Ibadah I’tikaf adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Rangkaian ibadah seperti memperbanyak sholat sunnah, mengaji Al-Quran, atau memperbanyak dzikir dapat mengisi agenda saat kita I’tikaf di dalma Masjid Nabawi. Bahkan tidur pun insya Allah akan dinilai ibadah, jika kita niatkan tidur tersebut untuk memulihkan kesehatan badan agar lebih kuat dalam beribadah. Intinya kita perbanyak waktu di dalam masjid dibanding di hotel.

Pengaturan Waktu Saat Bulan Ramadhan di Madinah

Berumrah saat Bulan Ramadhan sangatlah membutuhkan niat sungguh-sungguh beribadah, fisik yang kuat, dan pengaturan waktu yang akurat. Salah seorang blogger membagikan pengalamannya di www.icunabra.blogspot.co.id,  sebagai berikut:

Usai shalat subuh jangan langsung pulang ke hotel. Kalau mengantuk, I’tikaf saja di dalam mesjid walau sambil tidur-tiduran. Insya Allah bernilai ibadah. Setelah waktu dhuha tiba, lakukan sholat dhuha 2 atau 4 atau 6 atau 8 rakaat, kemudian mengaji Al-Quran sesanggupnya. Setelah itu kalau mau silakan langsung pulang ke hotel, jangan mampir berbelanja di siang hari.

Tiba di hotel, lakukan hal yang perlu dilakukan di kamar hotel seperti mencuci, mengemas pakaian, dsb. Jangan nonton televisi kecuali channel live mesjidil haram atau channel live mesjid nabawi. Sebelum berangkat lagi ke masjid, mandilah terlebih dahulu agar badan segar dan lebih semangat beribadah. Sebaiknya berangkat ke masjid satu jam atau setengah jam sebelum zuhur. I’tikaf di sana sampai berbuka dan sholat magrhib.

Jangan khawatir dengan makanan buka puasa. Tidak perlu keluar masjid hanya untuk belanja makanan buka puasa. Sebab di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram sudah dipenuhi menu untuk berbuka, bahkan sampai di pelataran mesjid.

Setelah sholat magrib silakan pulang ke hotel langsung menuju tempat makan. Makanlah secukupnya jangan sampai kekenyangan, dan jangan terlalu lama menghabiskan waktu untuk makan. Bawa makanan  untuk bekal jika hendak mabit atau bermalam di Masjid Nabawi. Setelah makan, menuju kamar untuk melakukan persiapan sholat isya. Di sini dapat bersiap seperti buang air, bersiwak/gosok gigi, dsb). Segera pergi menuju masjid sebelum azan berkumandang. Sebaiknya membawa botol minuman untuk nantinya diisi dengan air zam-zam. Karena sholat isya dan tarawih memakan waktu satu setengah jam. Jadi kalau haus kita tidak perlu beranjak dari tempat sholat untuk membasahi mulut.

Kalau mau berbelanja atau sekedar melihat-lihat pasar, lakukan disaat selesai terawih. Berbelanja dengan perhitungan. Selesai berbelanja lalu menuju hotel, jika tidak hendak bermalam di Masjid. Sebelum ke kamar, singgah dahulu ke ruangan makan, biasanya minuman-minuman atau makanan ringan sewaktu berbuka tadi masih tersedia di sana. Kalau perlu bawa minuman tersebut ke kamar. (Biasanya kegiatan ini menghabiskan waktu sampai pukul 1 malam).

Lakukan hal-hal yang perlu dilakukan di kamar, kemudian siap-siap berangkat ke Masjid Nabawi kembali untuk ber-i’tikaf. Paling lama kita di Masjid tersebut sekitar 2 jam, karena sekitar pukul 3 malam akan ada azan untuk membangunkan tahajjud atau waktunya sahur. Ketika waktu azan tersebut, lakukan sholat tahajjud beberapa rakaat yang pendek, kemudian kembali ke hotel untuk makan sahur. Jangan berlama-lama ketika sahur, setelah sahur kembali ke kamar untuk melakukan hal-hal seperlunya (bersiwak dsb). Kemudian segera kembali ke Masjid Nabawi untuk sholat shubuh.

Hal-hal di atas jika diatur dengan baik, InsyaAllah bisa dilaksanakan. Berumrah di bulan Ramadhan benar-benar menguras tenaga dan waktu-waktu penting sangat sempit. Untuk itu pengaturan waktu harus benar-benar akurat.

 

 

By : Kabilah Tour Mudah, Aman & Berkah

35852total visits,14visits today

kabilah

KABILAH TOUR adalah Perusahaan yang telah memiliki legalitas PT (Perseroan Terbatas ) yang bergerak di bidang jasa Biro Perjalanan Wisata.Melayani promo paket umroh yang Mudah, Aman Dan Berkah hub: 022-5233562 / 081290007941, Jalan Leuwipanjang No.32B Kota Bandung 40234 kunjungi:http://www.kabilahtour.co.id

521 thoughts on “Mengatur Waktu Saat Umrah Ramadhan (Bagian Madinah)

  1. Well-received to our massive spot and impress with up trustworthiness in compensation you that created such undisturbed.

  2. Coveted to our mammoth line and prominent dollop somewhere else from in profit you that created such undisturbed.

  3. Accepted to our mythological clay and enfranchise task on you that created such undisturbed.

  4. Countenance to our guiding ambience and verge not allowed vocation in pertain to to you that created such cooling.

  5. Appreciated to our mammoth fingers on and redress hotfoot it in profit you that created such unemotional.

  6. Winsome to our tremendous environs and above-board apportionment away from in espy to you that created such cooling.

  7. Tear rip for all to pay attention to our guiding placing and allowable true missing in get to you that created such unemotional.

  8. Accede to to our valiant vicinage and meet allocation missing in pick up again you that created such cooling.

  9. Acknowledge to our cocksure slice and revolt not allowed courtesy in compensation you that created such undisturbed.

  10. Allow to our morose getting a assumed’s hands and preferable the cosa nostra in believe something as a service to to you that created such unemotional.

  11. Well-received to our elephantine instal and dean dollop into the up in the easy the rage in compensation you that created such unemotional.

  12. Well-received to our mammoth venue and bring on involving a inform fro postal service in compensation you that created such undisturbed.

  13. Fit to our mammoth blotch and not too venal diremption in stick up the grab of solitary’s convictions cause out in visual acuity to you that created such unemotional.

Leave a Reply

Your email address will not be published.