Menumbuhkan Kekhusyuan Ibadah Haji dengan Melaksanakan Pesan-pesan Imam Al-Ghazali Ini (1)

Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali memberi penjelasan tentang ibadah haji, baik secara syariat ataupun secara batiniah. Berikut ini pesan-pesan Imam Al-Ghazali yang mendalam, dan semoga bisa kita amalkan.

Berhaji adalah Memutuskan Segala Hubungannya dengan Dunia

Menurut beliau, di antara adab yang paling penting dalam perjalanan haji bagi seorang Muslim adalah mengkhususkan dirinya untuk melakukan haji dan memutuskan segala hubungannya dengan dunia. Hal tersebut harus dilakukan dengan melakukan taubat yang murni semata-mata karena Alah SWT, serta bebas dari semua perbuatan maksiat dan kezhaliman.

Karena, setiap kezhaliman itu merupakan pengait dan setiap pengait itu seperti musuh yang memberikan pinjaman dan ia akan mengait ke arah seseorang dan akan berkata, “Ke mana engkau menghadap, wahai Fulan? Apakah engkau menuju ke Rumah Allah, Raja dari segala raja, sedangkan engkau menyia-nyiakan perintah-Nya di rumahmu dan mengabaikan-Nya? Tidakkah engkau malu bahwa engkau datang kepada-Nya sebagaimana datangnya seorang hamba yang suka bermaksiat, lalu Dia akan menolakmu dan tidak menerimamu?”

Jika Ingin Hajimu Diterima

Imam Al-Ghazali berpesan, “Jika engkau ingin hajimu diterima, pertama-tama laksanakan perintah-perintah-Nya, kembalikanlah apa-apa yang diperoleh dengan zhalim, bertaubatlah kepada-Nya dari semua maksiat, dan putuskanlah keterkaitan hatimu dengan selain Dia, agar engkau menghadap kepada-Nya dengan wajah hatimu sebagaimana engkau menghadap kepada rumah-Nya dengan wajah tubuhmu. Jika engkau tidak melakukan itu, engkau tidak mendapatkan apa-apa dari perjalananmu kecuali kelelahan dan kesengsaraan, lalu dicampakkan dan ditolak.”

Ingatlah Kain Kafan Saat Melihat Kain Ihram

Kemudian Imam Al-Ghazali melanjutkan, “Jika seorang yang menunaikan haji membeli dua pakaian ihram, hendaklah ketika itu ia ingat akan kain kafan dan ingat pula bahwa ia akan dibungkus dengannya. Sesungguhnya ia akan mengenakan dua pakaian ihram ketika dekat dengan Baitullah dan barangkali belum sempat menyempurnakan perjalanannya kepada-Nya tiba-tiba ia sudah harus menjumpai Allah dalam keadaan dibungkus dengan kain kafan.

Sebagaimana ia tidak menjumpai rumah Allah kecuali dalam keadaan berbeda dengan kebiasaannya dalam berpakaian, maka ia juga tidak menjumpai Allah setelah mati melainkan dengan pakaian yang berbeda dengan pakaian dunia. Pakaian ihram ini mirip dengan pakaian untuk kafan, yaitu tidak ada jahitannya.”

Selanjutnya Imam Al-Ghazali berpesan mengenai bagaimana seharusnya kita mengondisikan hati saat berhaji, bagaimana sebenarnya hakikat thawaf dan sa’i. Akan dibahas di bagian kedua, insya Allah.

Wallahu a’lam bisshowaab.                                     

Disarikan dari kitab Ihya Ulumuddin, karya Imam Al-Ghazali.

 

 

By : Kabilah Tour Mudah, Aman & Berkah

1117total visits,9visits today

kabilah

KABILAH TOUR adalah Perusahaan yang telah memiliki legalitas PT (Perseroan Terbatas ) yang bergerak di bidang jasa Biro Perjalanan Wisata.Melayani promo paket umroh yang Mudah, Aman Dan Berkah hub: 022-5233562 / 081290007941, Jalan Leuwipanjang No.32B Kota Bandung 40234 kunjungi:http://www.kabilahtour.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.