Shalat Sunnah di Tiang-tiang Masjid Nabawi yang Penuh Keutamaan

Di dalam Masjid Nabawi terdapat 6 tiang bersejarah. Setiap tiangnya memliki sejarah yang berkaitan dengan Baginda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam.
Keenam tiang itu adalah :
umroh
  1. “Tiang Utusan” pada tiang ini tertulis: هذه أسطوانة الوفود

Digunakan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam dahulu sebagai tempat menerima utusan yang datang. Beberapa sahabat terkemuka duduk disekitar beliau selama pertemuan berlangsung.

  1. “Tiang Pengawal” pada tiang ini tertulis :هذه أسطوانة الحرس

Tempat berdirinya para pengawal Nabi Muhammad ﷺ . Pintu rumah Bunda Aisyah radhiyallahu ‘anha berhadapan dengan tiang ini, dan Nabi Muhammad ﷺ masuk melalui pintu ini menuju ke Masjid Nabawi.

  1. “Tiang Tempat Tidur” tertulis padanya : هذه أسطوانة السرير

Merupakan tempat Nabi Muhammad Saw tidur selama i’tikaf.

  1. “Tiang Abu Lubabah/Tiang Taubat” tertulis padanya : هذه أسطوان أبى لبابة

Tiang tempat Abu Lubabah mengikatkan diri karena menyesal telah  membocorkan rahasia kepada orang yahudi dan mengikat dirinya sendiri pada tiang ini, hingga Allah menerima taubatnya, setelah tujuh hari. Nabi Muhammad ﷺ menerima wahyu mengenai diterimanya taubat Abu Lubabah dan melepaskan ikatannya dengan tangannya.

Nabi Muhammad ﷺ pun melakukan ibadah I’tikaf di tiang ini.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila melakukan i’tikaf kasurnya dibentangkan, atau tempat tidurnya diletakkan di belakang tiang At taubah. ” (HR. Ibnu Majah: 1764)

umroh

  1. “Tiang Aisyah” tertulis pada tiang ini هذه أسطوانة عائشة

Ditunjuk Aisyah radhiyallahu ‘anha sebagai tempat Rosulullah ﷺ mengimami shalat berjamaah.

Dari Aisyah diriwayatkan bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya ada sebongkah tanah di samping tiang itu (mukhallaqah) di Masjid Nabawi, seandainya orang tahu, mereka akan melakukan undian memperebutkan tempat itu untuk shalat.” Makanya dinamakan dengan “Tiang Undian” (Majma’ al-Zawaid, 4/10) Belakangan Bunda Aisyah radhiyallahu ‘anha memberitahu dimana letak percisnya kepada Ibnu Zubair radhiyallahu ‘anhu. Sejak saat itu Ibnu Zubair memperbanyak shalat di sana.(Kitab Fathul Baari)

  1. “Tiang Mukholaqah” tertulis padanya هذه أسطوانة مخلقة

Tempat bersandar Nabi Muhammad ﷺ  ke batang pohon kurma saat khutbah jum’at. Disebutkan dalam Kitab Fathul Baari Ibnu Rajab, bahwasanya Rasulullah ﷺ shalat di posisi dimana tiang Mukhollaqoh ini berada. Bahkan dikenal juga dengan Tiang Muhajirin, sebab para pembesar dari kalangan sahabat yang utama sering berkumpul dan shalat di sini.

Keenam tiang ini ada di wilayah Raudhah, yaitu tempat yang penuh keutamaan. Posisinya di antara rumah Rasulullah ﷺ dengan mimbarnya. Menjadi kebahagiaan tersendiri pastinya, ketika kita dapat menjejak di tempat yang dahulu dijejak Nabi Muhammad ﷺ bahkan di tempat itu Baginda Nabi melakukan ibadah bersama para sahabat yang mulia.

Termasuk sunnah jika kita mendirikan shalat di sana. Seperti halnya yang dicontohkan oleh salah seorang sahabat mulia, Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu. Beliau terkenal sebagai sahabat yang senantiasa mengikuti jejak-jejak Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Di antaranya adalah komitmen yang kuat untuk shalat pada tempat yang Rasulullah ﷺ shalat padanya. Nabi Muhammad ﷺ pernah turun di bawah suatu pohon, Ibnu Umar pun menjaga pohon tersebut, dan senantiasa shalat sunnah di sana jika melewatinya.

Dari Yazin bin Abi ‘Ubaid, berkata “Dahulu Salamah bin ‘Amru memilih shalat di sisi menara yang di sisi mushaf (Utsman), lalu aku katakan kepadanya, ‘Wahai Abu Muslim, aku melihatmu memilih shalat di sisi menara ini.’ Dia menjawab, ‘Aku melihat Nabi Shallallahu’alaihiwasallam memilih shalat di sisinya’.” (HR. Muslim: 788)

Maka jangan ragu untuk berlomba-lomba menempati tempat-tempat yang penuh keutamaan, dan mendirikan shalat sunnah di sana. Wallahu a’lam.

 

 

By : Kabilah Tour Mudah, Aman & Berkah

 

1236total visits,1visits today

24 thoughts on “Shalat Sunnah di Tiang-tiang Masjid Nabawi yang Penuh Keutamaan

Leave a Reply

Your email address will not be published.