Sunnah-sunnah Ketika Thawaf

Secara ringkas sunnah-sunnah yang dapat dilakukan saat thawaf adalah sebagai berikut:

  1. Ketika memulai putaran pertama mengucapkan,

بِسْمِ اﷲِ وَ اﷲُ اَكْبَرُ ٬ اَللَّهُمَّ اِيْمَانًا بِكَ ٬ وَتَصْدِيْقًا بِكِتَابِكَ ٬ وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ ٬ وَاِتَّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ٠

Bismillah,wallahu akbar. Allahumma iimaanan bika, wa tashdiiqon bi kitaabika, wa wafaa-an bi’andika, wat tibaa’an li sunnati nabiyyika Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, dan Allah Maha Besar. Ya Allah, (aku melakukan ini) karena beriman kepada-Mu, membenarkan Kitab-Mu, menunaikan janjiMu, dan mengikuti sunnah Nabi-Mu, Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam.”

Dan setiap putaran bertakbir ketika bertemu Hajar Aswad.

  1. Menghadap Hajar Aswad ketika memulai thawaf dan mengangkat tangan sambil bertakbir ketika menghadapnya.
  2. Memulai thawaf dari posisi dekat Hajar Aswad dari arah rukun Yamani. Memulai thawaf dari Hajar Aswad itu wajib. Namun memulainya dengan seluruh badan dari Hajar Aswad tidaklah wajib.
  3. Istilam (mengusap) dan mencium Hajar Aswad ketika memulai thawaf dan pada setiap putaran. Cara istilam adalah meletakkan tangan pada Hajar Aswad dan menempelkan mulut pada tangannya dan menciumnya.
  4. Roml, yaitu berjalan cepat dengan langkah kaki yang pendek. Roml ini disunnahkan bagi laki-laki, tidak bagi perempuan. Roml dilakukan ketika thawaf qudum (kedatangan) atau thawaf umroh pada tiga putaran pertama.
  5. Idhtibaa’, yaitu membuka pundak sebelah kanan. Hal ini dilakukan pada thawaf qudum (kedatangan) atau thawaf umroh dan dilakukan oleh laki-laki saja, tidak pada perempuan.
  6. Istilam (mengusap) rukun Yamani. Rukun Yamani tidak perlu dicium dan tidak perlu sujud di hadapannya. Adapun selain Hajar Aswad dan Rukun Yamani, maka tidak disunnahkan untuk diusap.
  7. Berdo’a di antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani. Dan ‘Abdullah bin As Saaib, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘aláihi wa sallam berkata di antara dua rukun: Robbanaa aatina fid dunya hasanah wa flu aakhirooti hasanah, wa qinaa ‘adzaban naar (Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari adzab neraka).” (HR. Abu Daud)
  8. Menjaga pandangan dari berbagai hal yang melalaikan.
  9. Berdzikir dan berdo’a secara lirih.
  10. Beriltizam pada Multazam. Ini dilakukan dalam rangka mencontoh Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam di mana beliau beriltizam dengan cara menempelkan dada dan pipinya yang kanan, kemudian pula kedua tangan dan telapak tangan membentang pada dinding tersebut. Ini semua dalam rangka merendahkan diri pada pemilik rumah tersebut yaitu Allah Ta’ala. Multazam juga termasuk tempat terkabulnya do’a berdasarkan hadits yang derajatnya hasan. Kata Syaikh As Sadlan, “Berdo’a di multazam disunnahkan setelah selesai thawaf dan multazam terletak antara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad.”
  11. Melaksanakan shalat dua raka’at di belakang maqom Ibrahim setelah thawaf. Pada raka’at pertama disunnahkan membaca surat Al Kafirun dan di rakaat kedua disunnahkan membaca surat Al Ikhlas. Ketika melaksanakan shalat ini, pundak tidak lagi dalam keadaan idh-tibaa’.
  12. Minum air zam-zam dan menuangkannya di atas kepala setelah melaksanakan shalat dua raka’at sesudah thawaf.
  13. Kembali mengusap Hajar Aswad sebelum menuju ke tempat sa’i.

 

 

By : Kabilah Tour Mudah, Aman & Berkah

( Sumber: ringkasan dari Buku Totalitas Haji & Umroh )

45total visits,1visits today

kabilah

KABILAH TOUR adalah Perusahaan yang telah memiliki legalitas PT (Perseroan Terbatas ) yang bergerak di bidang jasa Biro Perjalanan Wisata.Melayani promo paket umroh yang Mudah, Aman Dan Berkah hub: 022-5233562 / 081290007941, Jalan Leuwipanjang No.32B Kota Bandung 40234 kunjungi:http://www.kabilahtour.co.id

10 thoughts on “Sunnah-sunnah Ketika Thawaf

Leave a Reply

Your email address will not be published.