Ziarah dan Bershalawat Kepada Nabi adalah Tentang Cinta

Ustadz Salim A. Fillah bertutur kisah tentang seorang tokoh yang agaknya mengkhawatirkan kebablasannya kaum muslimin dalam memuliakan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. Tokoh ini pernah mengatakan, ‘Sesungguhnya ziarah ke kubur Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak termasuk rukun, wajib ataupun sunnah haji. Saya pernah 12 tahun tinggal di Madinah, dan tak sekalipun melakukan ziarah. ” “Aduhai”, tanggap seorang ‘AIim dari Jawa, “Itu bukan dia yang tak mau ziarah. Adalah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam yang tak ingin diziarahi olehnya. Memang ziarah ini bukan termasuk sunnah haji, wajib haji, ataupun rukun haji. Tapi ia adalah rukun cinta, wajib cinta, dan sunnah cinta. Mana ada pencinta yang tak ingin mengunjungi yang dicintainya?”

“Siapa yang menziarahiku sesudah kematianku, maka seakan dia mengunjungiku di kala hidupku.” (HR. Ad-Daruquthny)

Karena cinta, insan melakukan tindakan tindakan luar biasa. Ya, bukti utama cinta adalah mengikuti sunnahnya. Tapi lebih dari itu pula, hati takkan dapat dicegah untuk merindu, bersyahdu, berdekat dekat, menghormat, dan berkorban baginya.

Seperti Mu’adz ibn Jabal yang tak dicegah ‘Umar untuk menangis di sisi kubur Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, seperti Bilal bin Rabah yang tak sanggup menyelesaikan adzannya sebab deru tangis rindu yang tak bisa tertahan pada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, seperti Abu Sa’id Al Khudzri yang menempelkan kepalanya di sana semalaman, seperti Sultan ‘Abdul Hamid II dari Daulah ‘Utsmaniyah yang dicatat dalam sejarah melakukan hal yang mengesankan. Beliau memerintahkan agar rel kereta api Hijaz dalam jarak 20 KM dari Madinah semuanya diberi bantalan kapas tebal. Agar apa? Supaya getaran dan suara derunya tak mengganggu Sang Kekasih shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka kita yang memiliki remah cinta pada baginda, semoga senantiasa dapat bershalawat kepadanya dengan keyakinan Sang Kekasih membalasnya.

Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala memiliki malaikat-malaikat yang terbang ke berbagai tempat di bumi menyampaikan kepadaku salam dari umatku.” (HR. Imam Ahmad)

 

 

 

By :  Kabilah Tour Mudah, Aman & Berkah

174total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published.