Amalan Batin Sebelum Berangkat ke Baitullah

Orang yang melaksanakan ibadah haji
dan umrah layaknya orang yang sedang menghadapi kematian. Sebab ada kesamaan di
antara keduanya, yaitu sama-sama dipanggil Allah ﷻ. Maka semua rangkaian
ibadah haji dan umrah sudah seharusnya dilakukan dengan sungguh-sungguh,
sebagaimana kita ingin mati dalam keadaan diridhai oleh Allah subhanahu wa
ta’ala.

Bahkan Imam Al-Ghazali dalam bukunya, Rahasia
Haji & Umrah, menyarankan setiap jama’ah yang hendak pergi ibadah haji dan
umrah untuk menyiapkan dengan baik mulai dari pemberangkatan.

Memutus Seluruh
Penghambat Menuju Baitullah

Keburukan atau kezhaliman yang pernah
dilakukan selama hidup akan menjadi penghambat menuju Baitullah. Maka Imam
Al-Ghazali menasehati untuk  menghapus
kezaliman yang pernah dilakukan dengan cara bertobat kepada Allah ﷻ dari semua maksiat.
Karena setiap kezhaliman yang pernah dilakukan merupakan penghambat, sedang
penghambat itu adalah penghalang jalan.

Imam Al-Ghazali menambahkan, agar jamaah
tidak malu ketika menghadap Allah yang Maha Pengampun sebagai pendosa yang
ingin melebur kesalahan dan dosanya, yang takut permohonan ampunannya ditolak
atau tidak diterima. “Jika kau ingin kedatanganmu ke Baitullah diterima Allah ﷻ maka kau harus
melaksanakan perintah-perintah-Nya, menghapus kezaliman-kezaliman yang pernah
kau lakukan, dan segera bertobat kepada Allah dari segala maksiat.”

Oleh sebab itu, salah satu pembimbing
Kabilah Tour, Ustadz Acep Hilman Miftahurojak, menetapkan bimbingan khusus bagi
jamaahnya yang akan berangkat bersamanya untuk memperbanyak istighfar dan
shalat taubat, setidaknya selam 40 hari sebelum pemberangkatan.

Memupuk Tawakkal

Selain istighfar dan shalat taubat,
Pimpinan Pesantren Darussalam ini juga menyarankan setiap jama’ah untuk memupuk
rasa tawakkal kepada Allah ﷻ,
untuk dapat menyerahkan urusan dan keluarga yang ditinggalkan kepada Allah ﷻ semata, agar datang
kepada-Nya di Baitullah dengan sepenuh hati dan segenap jiwa raga. Jika tidak
melakukannya, maka perjalanan hanya menghasilkan kepayahan dan kenestapaan,
disebakan hati yang masih terpaut memikirkan yang ditinggalkan.

“Orang yang bermaksud mengunjungi
Baitullah, hendaknya memutus semua yang berhubungan dengan kampung halaman,
seakan-akan dirinya tidak akan pulang ke kampung halamannya lagi. Maka saya
sangat menganjurkan para jama’ah sebelum pergi ibadah haji atau umrah untuk
berkumpul bersama keluarganya terlebih dahulu, menyampaikan permohonan maaf,
dan berwasiat. Ingat, ibadah haji dan umrah itu seperti menghadapi
kematian.”kata Ustadz Acep Hilman.

Apa yang diingatkan oleh Ustadz Acep
Hilman ini merujuk pada nasehat Imam Al-Ghazali. Bahwa setiap jamaah harus
menyadari ketika memutus segala keterkaitan dengan kampung halaman demi
perialanan haji, ia seakan telah memutus keterkaitan tersebut demi perjalanan
akhirat.

“Karena sesungguhnya akhirat berada sangat dekat di depan dirinya. Oleh karena itu selama menempuh perjalanan haji atau umrah, ia harus senantiasa berharap memperoleh kemudahan. Sungguh, akhirat adalah kampung halaman yang abadi dan di sanalah kita akan kembali. Sehingga diharuskan senantiasa merasa bahwa perjalanan haji atau umrahnya adalah perjalanan akhirat.”  Jelas Imam Al-Ghazali, tepat mengena di hati.

By : Kabilah Tour Mudah, Aman &
Berkah

kabilah

KABILAH TOUR adalah Perusahaan yang telah memiliki legalitas PT (Perseroan Terbatas ) yang bergerak di bidang jasa Biro Perjalanan Wisata.Melayani promo paket umroh yang Mudah, Aman Dan Berkah hub: 022-5233562 / 081290007941, Jalan Leuwipanjang No.32B Kota Bandung 40234 kunjungi:http://www.kabilahtour.co.id