fbpx
2 views

Maqom Ibrahim: Mengenang Pribadi Nabi Ibrahim yang Tawadhu

Seringkali perasaan merasa paling berjasa hinggap di hati kita ketika sudah melakukan kebaikan yang menurut diri sendiri sebagai kebaikan yang banyak manfaatnya untuk banyak orang.

Jika begitu, mari kita belajar dari seorang lelaki, yang memenuhi panggilan Allah ﷻ untuk mendirikan kembali tempat peribadatan pertama di muka bumi ini. Dialah Sang Kekasih Allah, Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam.

Bersama anaknya, Ismail ‘alaihissalam, 40 abad yang lalu keduanya membangun kembali Ka’bah di lembah Bakkah yang kering nan tandus. Ketika bangunan kian tinggi, Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam tidak sanggup lagi mengangkat batu ke atasnya. Dia berdiri di atas batu lainnya – yang kini disebut Maqam Ibrahim – sampai berhasil menyelesaikan pembangunan Baitullah. Setiap usai bekerja keduanya senantiasa memanjatkan doa kepada Allah ﷻ :

 {رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ} [البقرة: 127]

“Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 127)

Dalam doa ini mengandung pelajaran yang luar biasa. Secara tidak langsung kita sedang ditanamkan kesadaran untuk tawadhu’ dan tidak bangga kepada kebaikan diri sendiri. Walau ia adalah seorang nabi, mendapat perintah langsung dari Allah ﷺ serta mengamalkan hal yang sangat mulia (berupa membangun rumah-Nya yang hingga kini menjadi kiblat ummat Islam sedunia, namun ia tetap menundukkan hatinya dan tidak bangga dengan amal baik yang dilakukannya. Sebagai nabi ia masi meminta agar amalnya dikabulkan dan diterima oleh Allah ﷻ. Ia takut amal yang dilakukan tidak diterima di sisi-Nya.

Ini pelajaran berharga bagi setiap kita agar tidak merasa bangga dengan amal yang dikerjakannya. Maka tidak mengherankan jika sebagian ulama ada yang mengatakan:

لَا تَغْتَرّ بِكَثْرَةِ الْعَمَلِ فَإِنَّكَ لَا تَدْرِىْ أَيُقْبَلُ مِنْكَ أَمْ لَا

“Jangan terperdaya atau takjub dengan banyaknya amal! Karena engkau tidak tahu (amal itu) diterima darimu atau tidak.”

Maka setiap melihat atau mendekati Maqam Ibrahim yang terletak tak jauh dari Ka’bah, kita kembali diingatkan akan pribadi Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam yang tawadhu dan ikhlas dalam berkebaikan dan taat kepada Allah ﷻ. Karena sejatinya Allah ﷻ yang memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada hamba untuk melakukan amal baik. Itulah yang tergambar dari doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam.

 “Sesungguhnya Rasulullah ﷺ setelah selesai melakukan thawaf, beliau menghampiri Maqam Ibrahim dan membacakan Wattakhidzu min maqamin Ibrahima mushalla, kemudian beliau melakukan shalat dua rakaat kemudian beliau melakukan shalat dua rakaat kemudian membaca Al-Fatihah dan membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas.” (HR. An-Nasai, No. 2963)

By : Kabilah Tour Mudah, Aman & berkah


kabilah

KABILAH TOUR adalah Perusahaan yang telah memiliki legalitas PT (Perseroan Terbatas ) yang bergerak di bidang jasa Biro Perjalanan Wisata.Melayani promo paket umroh yang Mudah, Aman Dan Berkah hub: 022-5233562 / 081290007941, Jalan Leuwipanjang No.32B Kota Bandung 40234 kunjungi:http://www.kabilahtour.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.