fbpx
56 views

Pengertian, Pensyariatan, dan Hukum Umrah

  1. Bahasa

Ibadah umrah memang sekilas sangat mirip dengan ibadah haji, namun tetap saja umrah bukan ibadah haji. Kalau dirinci lebih jauh, umrah adalah haji kecil, dimana sebagian ritual haji dikerjakan di dalam ibadah umrah. Sehingga boleh dikatakan bahwa ibadah umrah adalah ibadah haji yang dikurangi

Secara makna bahasa, kata ‘umrah berarti az-ziyarah, yaitu berkunjung atau mendatangi suatu tempat atau seseorang.1

  • Istilah

Sedangkan secara istilah, kata umrah di dalam ilmu fiqih didefinisikan oleh jumhur ulama sebagai :2

Tawaf di sekeliling Baitullah dan sa’i antara Shafa dan Marwah dengan berihram.

Mendatangi Ka’bah untuk melaksanakan ritual ibadah yaitu melakukan tawaf dan sa’i.3

  • Perbedaan Umrah dengan Haji
  Umrah Haji
Waktu Setiap Saat Tanggal 9-13 Dzulhijjah
Tempat Miqat – Mekkah (Masjidil Haram) Miqat – Mekkah (Masjidil Haram) – Arafah – Muzdalifah – Mina
Hukum Wajib : Hanafi dan Maliki Sunnah : Syafi’i dan Hambali Wajib Secara Ijma’
Durasi 2-3 jam 4-5 hari
Praktik Tawaf dan Sa’i di Masjidil Haram – Wuquf di Arafah
– Mabid di Muzdalifah
– Melontar jumrah Aqabah di Mina
– Tawaf Ifadhah, Sa’i di Masjidil Haram
– Melontar Jumrah di Mina pada Hari Tasyrik
– Mabid di Mina pada Hari Tasyrik
  • Pensyariatan

Ibadah umrah disyariatkan lewat ayat-ayat Al-Qur’an dan juga sunnah Nabawiyah. Diantaranya sebagai berikut :

  1.  Al-Qur’an

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka, barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-‘umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya.” (QS. Al-Baqarah, ayat 158)

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” (QS. Al-Baqarah, ayat 196)

  • As-Sunnah

Sedangkan hadits-hadits yang terkait dengan ibadah umrah cukup banyak, beberapa di antaranya adalah hadits-hadits berikut ini :

“Dari satu umrah ke umrah yang lainnya menjadi penghapus dosa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhuma berkata bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang hukum umrah, apakah wajib hukumnya? Beliau SAW menjawab, “Tidak, namun melaksanakan umrah itu afdhal hukumnya.” (HR. Tirmidzi dan Al-Baihaqi)

”Haji adalah jihad sedangkan umrah adalah tathawwu’ (sunnah)” (HR. Ibnu Majah)

“Para jama’ah haji dan umrah adalah tamu Allah. Allah menyeru mereka lalu mereka pun menyambut seruan-Nya; mereka meminta kepada-Nya lalu Dia pun memberinya.” (HR. Ibnu Majah)

Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang menjadi dasar masyru’iyah ibadah umrah, tentunya tidak mungkin semua ditulis disini.

  • Hukum

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum ibadah umrah, apakah hukumnya wajib ataukah sunnah

  1. Sunnah

Mazhab Al-Hanafiyah dan Al-Malikiyah mengatakan bahwa mengerjakan ibadah umrah adalah sunnah muakkadah sekali seumur hidup.

Dasar pandangan mereka adalah beberapa hadits yang menyebutkan dengan tegas bahwa Allah SWT dan Nabi-Nya tidak mewajibkan umrah.

“Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhuma berkata bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang hukum umrah, apakah wajib hukumnya? Beliau SAW menjawab, “Tidak, namun melaksanakan umrah itu afdhal hukumnya.” (HR. Tirmidzi dan Al-Baihaqi)

”Haji adalah jihad sedangkan umrah adalah tathawwu’ (sunnah)” (HR. Ibnu Majah)

  • Wajib

Mazhab Asy-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah memandang bahwa ibadah umrah hukumnya wajib bagi tiap muslim yang sudah mampu mengerjakannya.

Dasar pendapat mereka adalah umrah diwajibkan bersama-sama dengan ibadah haji di dalam satu ayat yang sama, yaitu :

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” (QS. Al-Baqarah, ayat 196)

Selain itu juga ada hadits yang menguatkan pendapat mereka bahwa umrah itu hukumnya wajib. Hadits itu adalah riwayat Aisyah radhiyallahuanha yang menegaskan bahwa umrah menjadi kewajiban, karena disamakan dengan jihad fi sabilillah yang hukumnya wajib.

“Dari Aisyah radhiyallahuanha beliau bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, apakah para wanita wajib berjihad ?” Beliau SAW menjawab, “Ya, tapi jihadnya tanpa pembunuhan, yaitu haji dan umrah.”” (HR. Ibnu Majah)

Meskipun kedia mazhab ini mewajibkan umrah, namun bukan berarti bila seseorang tidak pernah mengerjakan umrah seumur hidupnya lantas dianggap berdosa. Sebab kedudukan umrah ini sama saja dengan haji, yang mensyaratkan banyak hal agar hukumnya menjadi wajib, yaitu istitha’ah atau kemampuan.

Maksudnya, mereka yang belum punya harta dan tidak punya syarat-syarat yang mencukupi, tidak berdosa bila tidak berumrah, sebagaimana dalam masalah haji.

Dan kalau pun seseorang sudah mampu berangkat haji, otomatis dia pasti akan melaksanakan umrah juga dalam satu rangkaian perjalanan haji. Sehingga tidak perlu pergi dua kali, satu untuk haji dan satu untuk umrah. Cukup pergi sekali saja, untuk mengerjakan ibadah haji, yang otomatis juga pasti mengerjakan ibadah umrah.

Maka, mesti kita ikut pendapat Mazhab Asy-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah yang mewajibkan umrah, namun dalam kenyataannya hal itu tidak akan memberatkan.

Artikel ini disadur dari Buku Seri Fiqih Kehidupan Jilid 6 : Haji & Umrah, halaman 243-246. Disusun oleh Ustadz Ahmad Sarwat, Lc., MA

__________________________________________________________________________

1 Lisanul Arab

2 Hasyiyatu Ad-Dasuqi, jilid 2 hal. 2

3 Mughni Al-Muhtaj jilid 1 hal.460

By : Kabilah Tour Mudah, Aman dan Berkah

kabilah

KABILAH TOUR adalah Perusahaan yang telah memiliki legalitas PT (Perseroan Terbatas ) yang bergerak di bidang jasa Biro Perjalanan Wisata.Melayani promo paket umroh yang Mudah, Aman Dan Berkah hub: 022-5233562 / 081290007941, Jalan Leuwipanjang No.32B Kota Bandung 40234 kunjungi:http://www.kabilahtour.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.