fbpx
5 views

TEMPAT-TEMPAT PENTING SELAMA HAJI DAN UMRAH PART 1

Kajian tentang tempat-tempat penting dalam buku ini dirasa perlu untuk dibuatkan bab tersendiri, karena tempat-tempat itu terkait dengan ritual haji. Haji adalah ibadah yang sangat bergantung pada tempat tertentu, dimana ritual itu tidak sah dikerjakan kalau bukan di tempat tersebut.

Ibadah haji memang berbeda dengan hampir semua ibadah mahdhah lainnya, yang bisa dikerjakan di mana aja. Shalat bisa dikerjakan di masjid atau dimana saja, yang penting tempat itu tidak najis.

Wudhu’, mandi janabah, dan tayammum sah dikerjakan dimana saja, tidak mengharuskan pelakunya berangkat ke negeri tertentu. Demikian pula puasa boleh dikerjakan di belahan mana saja di muka bumi ini, tanpa harus terikat dengan tempat tertentu.

Tetapi haji mengharuskan kita hadir di Padang Arafah, Muzdalifah, Mina, dan tentunya Ka’bah yang tepat berada di kota Mekkah. Karena itu, kita perlu mengenal tempat-tempat itu satu persatu, agar haji yang kita lakukan menjadi sah hukumnya.

A. Mekkah : Masjid Al-Haram

Di kota inilah berdiri pusat ibadah umat Islam sedunia, Ka’bah, yang berada di pusat Masjidil Haram. Dalam ritual haji, Makkah menjadi tempat pembuka dan penutup ibadah ini ketika jama’ah diwajibkan melaksanakan niat dan tawaf haji.

{1} Ka’bah

Ka’bah adalah bangunan yang pertama kali ditegakkan di muka bumi, sebagaimana firman Allah SWT:

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Ali Imran ayat 96)

islami-hd-keren-pc-masjid
islami-hd-keren-pc-masjid

Dalam Tafsir Al-Jami’ li-Ahkamil Qur’an, Mujahid menyebutkan bahwa Allah SWT telah menciptakan tempat untuk Ka’bah ini 2,000 tahun sebelum menciptakan segala sesuatu di bumi.1

Qatadah mengatakan bahwa Ka’bah adalah rumah pertama yang didirikan Allah, kemudian Nabi Adam as. bertawaf di sekelilingnya, hingga seluruh manusia berikutnya melakukan tawaf seperti beliau.2

Allah SWT mengutus malaikat turun ke bumi di zaman sebelum diciptakannya manusia, untuk membangun masjid yang pertama di dunia. Setelah selesai dibangun, maka para malaikat itu melakukan tawaf di sekeliling Ka’bah itu.

Entah berapa lama masjid atau ka’bah itu berdiri hingga turunnya Nabi Adam as. Ke muka bumi dan mulai bertempat tinggal di sekeliling Ka’bah.3

Qatadah juga menyebutkan bahwa ketika terjadi taufan di masa Nabi Nuh alaihissalam, Ka’bah diangkat ke sisi-Nya untuk diselamatkan dari azab kaum Nuh. Sehingga posisinya menjadi ada di atas langit. Kemudian Nabi Ibrahim alaihissalam menemukan asasnya lalu membangun kembali Ka’bah itu di atas bekas-bekasnya dahulu hingga kini.4

Dr Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu menyebutkan ada 5 proses pendirian Ka’bah.

  1. Pembangunan yang dilakukan oleh malaikat, atau Nabi Adam atau Nabi Tsits bin Adam, sebagaimana disebutkan oleh As-Suhaili
  2. Pembangunan oleh Nabi Ibrahim bersama Ismail, anaknya alaihimassalam pada pondasi yang pertama
  3. Pembangunan oleh bangsa Quraisy, dimana Nabi Muhammad SAW ikut membangun kembali, saat itu beliau belum diangkat menjadi Nabi.
  4. Pembangunan yang dilakukan oleh Ibnu Az-Zubair, yaitu tatkala Ka’bah mengalami kebakaran.
  5. Pembangunan oleh Al-Hajjaj bin Yusuf, yaitu bangunan yang ada sekarang ini.

Sedangkan bangunan masjid Al-Haram mengalami perluasan di masa khalifah Umar bin Al-Khattab radhiyallahuanhu. Kemudian diluaskan lagi di masa khalifah Utsman bin Al-Affan radhiyallahuanhu. Diluaskan lagi di masa Al-Walid bin Abdul Malik. Diluaskan lagi di masa Al-Mahdi. Dan terakhir diluaskan di masa Kerajaan Saudi Arabia sekarang ini.

{2} Hajar Aswad

Hajar Aswad maknanya adalah batu hitam. Batu itu kini ada di salah satu sudut Ka’bah yang mulia yaitu di sebelah Tenggara dan menjadi tempat start dan finish untuk melakukan ibadah tawaf di sekeliling Ka’bah.

Dinamakan juga Hajar Aswad, diletakkan dalam bingkai dan pada posisi 1,5 meter dari atas permukaan tanah. Batu yang berbentuk telur dengan warna hitam kemerah-merahan.

Di dalamnya ada titik-titik merah campur kuning sebanyak 30 buah. Dibingkai dengan perak setebal 10 cm buatan Abdullah bin Zubair, seorang sahabat Rasulullah SAW.

Asalnya Dari Surga Berwarna Putih

Batu ini asalnya dari surga sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh sejumlah ulama hadits.

“Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda,“Hajar Aswad turun dari surga berwarna lebih putih dari susu lalu berubah warnanya jadi hitam akibat dosa-dosa Bani Adam.”” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, Ahmad, Ibnu Khuzaimah, dan Al-Baihaqi)

“Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Demi Allah, Allah akan membangkitkan Hajar Aswad ini pada hari qiyamat dengan memiliki dua mata yang dapat melihat dan lidah yang dapat berbicara. Dia akan memberikan kesaksian kepada siapa yang pernah mengusapnya dengan hak.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Ad-Darimi, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, At-Tabrani, Al-Hakim, Al-Baihaqi, Al-Asbahani)

Hajar-aswad
Hajar-aswad

At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hadits hasan.

“Dari Abdullah bin Amru berkata,”Malaikat Jibril telah membawa Hajar Aswad dari surga lalu meletakkannya di tempat yang kamu lihat sekarang ini. Kamu tetap akan berada dalam kebaikan selama Hajar Aswad itu ada. Nikmatilah batu itu selama kamu masih mampu menikmatinya. Karena akan tiba saat dimana Jibril datang kembai untuk membawa batu tersebut ke tempat semula.” (HR. Al-Azraqy)

Bagaimanapun juga Hajarul Aswad adalah batu biasa, meskipun banyak kaum muslimin yang menciumnya atau menyentuhnya, hal tersebut hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Umar bin Al-Khattab berkata,

“Demi Allah, aku benar-benar mengetahui bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberi madharat maupun manfaat. Kalaulah aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu aku pun tidak akan melakukannya.”

{3} Hijir Ismail

Hijir Ismail, berdampingan dengan Ka’bah dan terletak di sebelah Utara Ka’bah, yang dibatas oleh tembok berbentuk setengah lingkaran setinggi 1,5 meter. Hijir Ismail itu pada mulanya hanya berupa pagar batu yang sederhana saja. Kemudian para Khalifah, Sultan, dan Raja-Raja yang berkuasa mengganti pagar batu itu dengan batu marmer.

Hijir Ismail ini dahulu merupakan tempat tinggal Nabi Ismail, disitulah Nabi Ismail tinggal semasa hidupnya dan kemudian menjadi kuburan beliau dan juga ibunya. Berdasarkan kepada sabda Rasulullah SAW, sebagian dari Hijir Ismail itu adalah termasuk dalam Ka’bah. Ini diriwayatkan oleh Abu Daud dari ‘Aisyah radhiyallahuanha yang berbunyi:

”Dari ‘Aisyah radhiyallahuanha katanya:”Aku sangat ingin memasuki Ka’bah untuk melakukan shalat di dalamnya. Rasulullah SAW membawa Siti ‘Aisyah ke dalam Hijir Ismail sambil berkata, “Shalatlah kamu disini jika kamu ingin shalat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah.””” (HR. Abu Daud)

Shalat di Hijir Ismail adalah sunnah, dalam arti tidak wajib dan tidak ada kaitan dengan rangkaian kegiatan ibadah Haji atau ibadah Umrah.

{4} Maqam Ibrahim

Meski namanya maqam, namun bukan berarti kuburan. Maqam disini maknanya tempat, yaitu tempat dimana dahulu Nabi Ibrahim menggunakannya sebagai batu pijakan pada saat beliau membangun Ka’bah. Letak Maqam Ibrahim ini tidak jauh, hanya sekitar 3 meter dari Ka’bah dan terletak di sebelah Timur Ka’bah.

Saat ini Maqam Ibrahim seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Di dalam bangunan kecil ini, terdapat batu tempat pijakan Nabi Ibrahim seperti dijelaskan di atas. Pada saat pembangunan Ka’bah, batu ini berfungsi sebagai pijakan yang dapat naik dan turun sesuai keperluan Nabi Ibrahim saat membangun Ka’bah. Bekas kedua tapak kaki Nabi Ibrahim masih nampak dan jelas dilihat. Atas perintah Khalifah Al Mahdi Al Abbasi, di sekeliling batu Maqam Ibrahim itu telah diikat dengan perak dan dibuat kandang besi berbentuk sangkar burung.

{5} Multazam

Multazam merupakan dinding Ka’bah yang terletak di antara Hajar Aswad dengan pintu Ka’bah. Tempat ini merupakan tempat utama dalam berdo’a, yang dipergunakan oleh jama’ah haji dan umrah untuk berdo’a dan bermunajat kepada Allah SWT setelah selesai melakukan tawaf.

al_multazam_kabah
al_multazam_kabah

Multazam ini merupakan tempat yang mustajab dalam berdo’a, Insya Allah do’a dikabulkan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda,

“Antara Rukun Hajar Aswad dan Pintu Ka’bah, yang disebut Multazam. Tidak seorangpun hamba Allah yang berdo’a di tempat ini tanpa terkabul permintaannya.”

{6} Shafa dan Marwah

Shafa asalany adalah nama sebuah bukit yang ada di dekat Ka’bah, demikian juga dengan Marwah. Konon dahulu Hajar, istri Nabi Ibrahim alaihissalam, berlari-lari kecil di antara kedua bukit itu dalam rangka mencari air. Saat itu bayinya menangis karena kehausan.

Dalam ibadah haji dan umrah, ibadah sa’I dikerjakan dengan cara berjalan kai sebanyak tujuh kali bolak-balik antara Shafa dan Marwah.

Pada masa sekarang ini, tempat untuk melaksanakan ibadah sa’i sudah tidak lagi berbentuk bukti, melainkan sudah menjadi bagian dari bangunan masjid.

“Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber’umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah, ayat 158)

safa-marwa
safa-marwa

{7} Sumur Zamzam

Air Zamzam berasal dari mata air Zamzam yang terletak di bawah tanah, sekitar 20 meter di sebelah Tenggara Ka’bah. Mata air atau sumur ini mengeluarkan air Zamzam tanp henti. Diamanatkan agar sewaktu minum air Zamzam harus dengan tertib dan membaca niat. Setelah minum air Zamzam, kita menghadap Ka’bah.

Sumur Zamzam mempunyai riwayat yang tersendiri. Sejarahnya tidak dapat dipisahkan dengan istri Nabi Ibrahim as., yaitu Siti Hajar dan putranya Ismail as.. Sewaktu Ismail dan ibunya hanya berdua dan kehabisan air untuk minum, maka Siti Hajar pergi ke Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali.

Namun tidak berhasil menemukan air setetes pun karena tempat ini hanya merupakan lembah pasir dan bukit-bukit yang tandus dan tidak ada air dan belum didiami manusia selain Siti hajar dan Ismail.

Penjelasan tentang sejarah ini adalah sbb:

Saat Nabi Ibrahim as., Siti Hajar, dan Ismail tiba di Makkah, mereka berhenti di bawah sebatang pohon yang kering. Tidak berapa lama kemudian Nabi Ibrahim as. meninggalkan mereka.

Siti Hajar memperhatikan sikap suaminya yang mengherankan itu lalu bertanya,”Hendak kemanakah engkau, Ibrahim? Sampai hatikah engkau meninggalkan kami berdua di tempat yang sunyi dan tandus ini?”

Pertanyaan itu berulang kali, tetapi Nabi Ibrahim tidak menjawab sepatah kata pun.

Siti Hajar bertanya lagi, “Apakah ini memang perintah dari Allah?”

Barulah Nabi Ibrahim menjawab,”ya”.

Mendengar jawaban suaminya yang singkat itu, Siti Hajar gembira dan hatinya tenteram. Ia percaya hidupnya tentu terjamin walaupun di tempat yang sunyi, tidak ada manusia, dan tidak ada segala kemudahan. Sedangkan waktu itu, Nabi Ismail masih menyusu.

Selang beberapa hari, air yang dari Nabi Ibrahim habis. Siti Hajar berusaha mencari air di sekeliling sampai mendaki Bukit Shafa dan Marwah berulang kali sehingga kali ketujuh (terakhir) ketika sampai di Marwah, tiba-tiba terdengar oleh Siti Hajar suara yang mengejutkan, lalu ia menuju ke arah suara itu.

Alangkah terkejutnya, bahwa suara itu ialah suara air memancara dari dalam tanah dengan derasnya. Air itu adalah air Zamzam.

Air Zamzam yang merupakan berkah dari Allah SWT mempunyai keistimewaan dan keberkatan dengan izin Allah SWT yang bisa menyembuhkan penyakit, menghilangkan dahaga, serta mengenyangkan perut yang lapar.

Keistimewaan dan keberkatan itu disebutkan pada hadits Nabi, “Dari Ibnu Abbas ra. Rasulullah SAW bersabda :”Sebaik-baik air di muka bumi ialah air Zamzam. Air Zamzam merupakan makanan yang mengenyangkan dan penawar bagi penyakit.”

Di masa sekarang ini, kita sudah tidak lagi menemukan sumur Zamzam ini sebagaimana di masa lalu. Namun, kebutuhan air Zamzam tetap terpenuhi dengan tersedianya begitu banyak termos air Zamzam di dalam masjid Al-Haram. Sehingga jama’ah haji dan umrah tidak perlu lagi bersusah payah masuk ke dalam sumur Zamzam.

 

Bersambung…

 

By : Kabilah Tour Mudah, Aman dan Berkah

 

kabilah

KABILAH TOUR adalah Perusahaan yang telah memiliki legalitas PT (Perseroan Terbatas ) yang bergerak di bidang jasa Biro Perjalanan Wisata.Melayani promo paket umroh yang Mudah, Aman Dan Berkah hub: 022-5233562 / 081290007941, Jalan Leuwipanjang No.32B Kota Bandung 40234 kunjungi:http://www.kabilahtour.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.